DARI IBU UNTUK PEMINAT BLOG

Friday, December 19, 2008

INDAHNYA MALAM PERTAMA KITA ......

JUMAAT (19/12/08)

Teman-teman tersayang, sekadar renungan untuk mengingatkan kita akan kedatangannya ..
Cobalah baca cerita ini sampai selesai. Saya menyadari bahwa terkadang kita masih belum dapat menerima kebenaran. Tak ada salahnya apabila kita membacanya saja untuk bahan renungan.

Love you always, Indahnya malam pertama kita. Satu hal sebagai bahan renungan Kita....

Mari merenungkan indahnya malam pertama, tapi bukan malam penuh kenikmatan duniawi semata. Bukan malam pertama masuk ke peraduan Adam Dan Hawa. Justru malam pertama perkawinan kita dengan Sang Maut. Sebuah malam yang meninggalkan isak tangis sanak saudara.

Hari itu... mempelai sangat dimanjakan. Mandipun... harus dimandikan. Seluruh badan Kita terbuka.....Tak ada sehelai benangpun menutupinya. Tak ada sedikitpun rasa malu... Seluruh badan digosok dan dibersihkan. Kotoran dari lubang hidung dan anus dikeluarkan. Bahkan lubang-lubang itupun ditutupi kapas putih... Itulah sosok Kita.... Itulah jasad Kita waktu itu.

Setelah dimandikan.., Kitapun kan dipakaikan gaun cantik berwarna putih. Kain itu ... jarang orang memakainya.. Karena bermerk sangat terkenal bernama Kafan. Wewangian ditaburkan kebaju Kita... Bagian kepala.., badan. .., dan kaki diikatkan. Tataplah.... tataplah. .. itulah wajah Kita. Keranda pelaminan... langsung disiapkan. Pengantin bersanding sendirian... Mempelai diarak keliling kampung yang dihadiri tetangga. Menuju istana keabadian sebagai simbol asal usul. Kita diiringi langkah gontai seluruh keluarga. Serta rasa haru para handai taulan.

Gamelan syahdu bersyairkan adzan dan kalimah Dzikir. Akad nikahnya bacaan talkin.... Berwalikan liang lahat.. Saksi-saksinya nisan-nisan.. yang telah tiba duluan. Siraman air mawar.. pengantar akhir kerinduan. Dan akhirnya.... tiba masa pengantin.. Menunggu dan ditinggal sendirian, Tuk mempertanggungjawab kan seluruh langkah kehidupan. Malam pertama yang indah atau meresahkan.. Ditemani rayap-rayap dan cacing tanah. Di kamar bertilamkan tanah.. Dan ketika 7 langkah telah pergi..... Sang Malaikat lalu bertanya.

Kita tak tahu apakah akan memperoleh Nikmat Kubur... Ataukah Kita kan memperoleh Siksa Kubur..... Kita tak tahu... Dan tak seorangpun yang tahu....


Cerita ini khusus buat teman teman tersayang yang dapat merasakan dan menyadari bahwa kita ini sedang mengantri untuk merasakan ''malam pertama'' kita. Anehnya terkadang kita tak pernah galau atau ketakutan akan malam itu. Bahkan tak pernah menangis dan berpasrah atas nama ALLAH. Betapa congkaknya. May ALLAH bless us always!!

Saya hampir membuang email ini namun saya telah diberi kesabaran untuk membacanya terus hingga ke akhir. Tiap hari inilah yang kita lalui.... Susah vs. Senang. Dunia semu yang mengasyikkan.. menyita perhatian kita. Sedangkan dunia nyata yang menjemukan lupa kita isi dengan hal hal yang dapat menyinari jiwa yang nantinya akan kita bawa kepada NYA.

Mengapa susah menerima kebenaran? Apakah karena kosongnya jiwa yang tak dapat terisi oleh kebenaran dan cahaya alam nyata?

1 ulasan:

::SRISUFI:: said...

salam kenal akak

indah betul artikel nih...
i'm new here...
sy puji kandungan artikel nie...
alhamdulillah bnyk juga yang kita boleh belajar...
tapi sy pernah dgr satu pepatah..
masa itu bukan emas...kerana emas boleh dimiliki dan di beli...
tapi masa itu adalah NYAWA di mana hanya sekali sj kiter perolehnya...
harus dgn itu kita kena hargai masa yg berbaki buat kita utk lebih mengecapi nikmatnya malam pertama kita itu..

wallahualam...